Anda tentu ingin memiliki rambut berkilau indah. Itu sebabnya, Anda harus memperlakukan rambut dengan baik. Jangan sampai cara merawat rambut selama ini justru memengaruhi kesehatan dan penampilan rambut, lho!.Penasaran kebiasaan apa saja yang biasa membuat rambut Rusak? Nah, lima kebiasaan ini sangat merusak rambut Anda.
1. Pemakaian kondisioner yang kurang tepat
Kita sering mendapat saran untuk memakai kondisioner hanya pada bagian bawah rambut supaya rambut tidak tampak lepek dan terlihat ‘berat’. Namun bagi pemilik rambut dengan helaian tipis, sebaiknya kenakan kondisioner dari akar rambut, karena jenis rambut ini rentan patah.
Terlalu banyak mengaplikasikan kondisioner juga tidak baik. Audrey Sivasothy, pengarang buku The Science of Black Hair: A Comprehensive Guide to Textured Hair Care berbagi tip tanda-tanda rambut kelebihan kondisioner.
“Rambut akan terlihat lepek dan lengket. Selain itu, meski terasa sangat lembut, dalam keadaan ini justru rambut menjadi rentan patah.”
Jadi pastikan rambut bersih dari sisa kondisioner, cuci hingga air bilasan bening dan bebas busa. Pilih sampo berjenis clarifying shampoo untuk menghilangkan residu kondisioner.
2. Menggosokkan handuk untuk mengeringkan
Beberapa produk perawatan rambut perlu diaplikasikan dalam keadaan towel-dried atau saat rambut setengah basah. Tapi menggosokkan handuk saat rambut dalam keadaan basah bisa merusak kutikula rambut dan membuat rambut menjadi kusut, mengembang, dan patah.
Gunakan handuk lembut (bahan microfiber bisa menjadi pilihan) atau bahan kaus. Semakin lembut bahan, makin baik untuk lapisan kutikula. Segera setelah keramas, bagi rambut dalam beberapa bagian, remas lembut untuk menghilangkan air berlebih tapi jangan pelintir.
Saat mengeringkan dengan handuk, bagi rambut menjadi beberapa bagian. Tekan dan remas lembut (bukan gosok) handuk mulai dari akar hingga ujung rambut. Lakukan ini pada setiap bagian hingga rambut setengah kering. Sisir lembut rambut dengan sisir bergigi jarang dan produk perawatan favorit siap digunakan.
Nah, demikian tadi beberapa kebiasaan yang sangat menyiksa rambut Anda. Jadi, hati-hati, ya.
3. Melewatkan produk pelindung
Kalau Anda akrab dengan blow dry, mengeriting, atau meluruskan rambut dengan alat catok, sebaiknya jangan pernah melewatkan produk perawatan yang memberikan perlindungan terhadap panas. Elizabeth Cunnane Phillips, pakar rambut asal New York menjelaskan, “Paparan panas akan mengikis kelembapan alami rambut, membuat kutikula rambut menjadi kering dan rusak sehingga rambut terlihat kering dan gersang.”.
Blow dry juga menyebabkan flash drying yang tidak hanya menghilangkan kelembapan, tapi juga kandungan air dalam rambut. Akibatnya kutikula rambut menjadi kering dan rapuh. Farah Nooraini, penata rambut asal Jakarta Selatan merekomendasikan produk heat protection berbentuk spray untuk pemilik rambut lurus atau bergelombang supaya tidak ‘memberatkan’ rambut. Sedangkan pemilik rambut tebal bisa mencoba bentuk serum yang lebih melembapkan.
“Sebelum melakukan styling dengan alat panas, saya mengaplikasikan spray secukupnya pada rambut kering atau setengah basah. Selain memberikan perlindungan, rambut juga menjadi lebih lembut,” ujar Elizabeth Cunnane Phillips.
Kandungan apa yang perlu Anda cari dalam sebotol heat protection? Menurut Jeannette Graf, dermatologis asal New York, “Produk dengan kandungan polymers (PVP), silicon, dan minyak esensial seperti argan dan castor bisa memberikan perlindungan terhadap pemakaian alat panas.”
Sebelum blow dry, tunggu hingga rambut setengah kering. Aplikasikan produk heat protection lalu pilih pengatur suhu hangat pada hairdryer untuk meminimalkan risiko kerusakan rambut.
Nah, demikian tadi beberapa kebiasaan yang sangat menyiksa rambut Anda. Jadi, hati-hati, ya.
4. Styling dengan alat panas saat rambut basah
Rambut basah dan alat styling panas tidak berjodoh. Sekali lagi, rambut sangat rapuh dan rentan rusak dalam keadaan basah. Menggosok rambut saja dalam keadaan ini bisa merusaknya, apalagi dengan penggunaan alat panas. Alat catok panas yang digunakan saat rambut dalam keadaan basah bisa membakar folikel rambut. Lama-kelamaan ini bisa membuat rambut rapuh dan mudah patah.
Alat catok lebih tinggi daya rusaknya pada rambut dibandingkan dengan hairdryer. Menggunakan alat catok panas saat rambut masih basah akan langsung menghilangkan kelembapan alami dan merusak kutikula rambut. Akhirnya rambut menjadi mudah patah dan bercabang. Selalu gunakan kondisioner atau produk berlabel heat protection untuk membantu rambut menjadi lebih kuat dan tidak mudah patah. Meskipun Anda sedang terburu-buru, menata rambut dalam keadaan basah dengan alat panas bukan jalan pintas yang bijak. Rambut harus selalu dalam keadaan kering saat Anda menatanya.
5. Aplikasi hairspray sebelum styling
Pernah dengar saran kalau ingin styling bertahan lebih lama, aplikasikan hairspray sebelum atau saat menggunakan alat catok? Jangan diikuti, ya!. Hal ini tidak akan membuat tatanan rambut lebih tahan lama, tapi malah akan merusak rambut. Untuk meyakinkan Anda tentang bahayanya hal tersebut, simak saran para ahli ini.
Chad Cardoos, stylist dari Beverly Hills berkata, “Jangan pernah menyemprotkan hairspray saat Anda sedang memakai alat styling yang panas; kandungan alkohol dan silikon di dalam hairspray akan bercampur panas dari alat styling dan merusak helaian rambut.”.
Saran serupa juga diutarakan Harry Josh, stylist kesayangan Miranda Kerr dan Gisele Bundchen, “Saat alat catok menjepit erat rambut maka tidak ada celah bagi produk. Artinya folikel rambut langsung terpapar panas bersama produk yang Anda pakai, hal ini riskan apalagi jika produknya mengandung alkohol yang mudah terbakar.”
Jadi perlu diingat, kebanyakan spray bersifat mudah terbakar sehingga tidak bisa diarahkan langsung ke alat panas, seperti hair dryer, alat catok, dan lainnya. Semprotkan hairspray dari jarak 30 cm saat Anda telah selesai menata rambut dengan alat styling panas.
Nah, demikian tadi beberapa kebiasaan yang sangat merusak rambut Anda. Jadi, hati-hati, ya.